Wisata Kawasan Puncak

Puncak salah satu andalan wisata di Kabupaten Bogor. Kawasan wisata ini selalu ramai dikunjungi apalagi bila hari libur atau weekend tiba. Ribuan orang ingin menghabiskan waktu liburannya di kawasan ini bila libur atau weekend tiba. Karena ingin menghabiskan waktu dengan suasana yang berbeda, lepas dari bisingnya kota, rutinitas, stress, ataupun hal lainnya.

Puncak adalah sebuah daerah wisata pegunungan yang termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Puncak terletak 70 km sebelah selatan Jakarta. Wilayah Puncak terletak di kaki dan lereng pegunungan Gede-Pangrango dan sebagian besar merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Gede Pangrango. Daerah ini terkenal sebagai daerah wisata pegunungan baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Puncak selama ini kita kenal sebagai daerah tujuan wisata dari warga Kota Jakarta, yang mencari suasana yang sejuk tidak panas seperti di ibukota. Puncak sendiri menawarkan banyak fasilitas ataupun lokasi yang bisa dikunjungi untuk berwisata. Banyak kegiatan yang bisa anda lakukan dikawasan ini. Dari yang hanya berjalan-jalan menyusuri indahnya kawasan puncak , seperti melihat perkebunan teh sambil menikmati makanan atau kuliner di kawasan puncak, mengunjungi curug-curug yang ada disana, mengunjungi kebun-kebun wisata atapun mengunjungi lokasi wisata berbayar dikawasan ini.

Kawasan ini menjadi kawasan wisata diawali oleh Presiden Pertama Indonesia yaitu Ir Soekarnao. Dikutip dari wikipedia “Daerah Puncak memiliki kontur alam yang unik. Hampir sebagian besar wilayah ini diselimuti perkebunan teh dengan latar belakang pegunungan. Keindahan alam daerah ini memukau Presiden Soekarno, sehingga ia membangun sebuah restoran untuk menikmati keindahan alam Puncak, yang kemudian diberi nama Restoran Riung Gunung. Selain itu, terdapat juga tempat-tempat rekreasi dan agrowisata yang indah, antara lain Perkebunan Teh Gunung Mas dan Gantole (Paralayang). Di daerah Puncak juga terdapat berbagai tempat wisata menarik di antaranya Taman Safari Indonesia, Taman Bunga Nusantara, Kebun Raya Cibodas, Telaga Warna, Taman Wisata Matahari[1] dan terdapat sebuah masjid yang indah dengan arsitektur yang khas dan sederhana yaitu Masjid Atta’awun. Di daerah ini juga terdapat banyak sekali villa dan hotel yang dimiliki oleh investor dan warga sekitar untuk tempat beristirahatnya pengunjung”.

Wisata di Kawasan Puncak:
– Wisata Desa Kampung Bambu
– Wisata Agro Kapol di Desa Pasir Jaya
– Taman Rekreasi Lido di Desa Wates Jaya
– Konservasi Alam Bodogol di Cigombong
– Kota Bunga (sebuah kawasan villa tematik)
– Wisata Citamiang (Wisata Outbond/wisata alam)
– Agro Wisata Gunung Mas
– Taman Nasional Gede Pangrango
– Kebun Wisata Inkarla- Curug Panjang
– Taman Wisata Matahari
– Taman Riung Gunung
– Curug Cilember
– Telaga Warna
– Desa Wisata Pancawati
– Curug Kembar
– Taman Safari
– Puncak Pass Resort
– Istana Kepresidenan Cipanas
– Kebun Raya Cibodas
– Bukit Gantole
– Taman Bunga

Fakta Unik Kota Bogor

Kota Bogor merupakan salah satu kota yang paling banyak masyarakatnya yang berasal dari warga asli Bogor atau kumpulan perantau dari berbagai penjugu negeri. Kota Bogor menjadi salah satu kota yang menjadi destinasi para perantau. Bagi kamu yang baru di Kota Bogor mungkin akan sedikit kaget dengan fakta-fakta kota bogor yang tidak ditemui di kota lain.

1. Museum dan Kebun Raya Bogor(ikon sejarah kota Bogor)

Kota Bogor memiliki cerita sejarah yang patut kita pelajari. Salah satu bangunan sumber sejarah kota bogor adalah Museum Zoologi yang merupakan museum tertua di Bogor. Dimana terdapat berbagai spesies hewan yang menarik didalamnya seperti kerangka ikan paus biru.

2. Kijang di Istana Bogor

Istana Bogor bukan hanya sebuah bangunan penting negara yang megah. Pada halaman Istana Bogor banyak sekali terdapat kijang. Hewan yang notabene sering kita lihat hanya ketika dihutan saha, ternyata banyak tersedia dan menjadi ikon Istana Bogor.

3. memiliki udara yang sejuk

Alam kota Bogor memiliki nuansa yang sangat sejuk, apalagi berada di puncak Bogor. Puncak Bogor merupakan salah satu destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh masyarakat dimana nuansa sejuk Kota Bogor memang laur biasa di area puncak. Bagi kamu yang ingin liburan di Kota Bogor, tidak perlu bingungn ingin pergi kemana, karena hampir setiap wisata alam di Bogor memiliki nuansa sejuk yang tentunya akan membuat pengunjungnya enjoy.

4. Kota Seribu Angkot

Kota Bogor memiliki julukan dengan kota Seribu Angkot dimana kota ini memiliki jumlah transportasi khususnya angkutan kota yang sangat banyak. Sering sekali terjadi macet panjang di area Kota Bogor ini. Meskipun begitu pelan-pelan populasi angkot mlai berkurang seiring dengan berkembangnya transportasi online yang lebih modren tentunya. semakin meningkatnya jumlah masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor sendiri.

5. Bogor Kota Hujan

Bogor merupakan salah satu daerah diIndonesia yang sering mengalami hujan. Terdapat beberapa kejadian unik dari kota Bogor dalam hal hujan, diantaranya seperti sering sekali hujan diKota Bogor namun hanya satu desa saja, selebihnya tidak hujan meskipun jarak antara desa satu dan desa lainnya slaing berdekatan. Tidak ada tanda-tanda mendung, namun tiba-tiba bisa hujan, dan masih banyak hal lainnya.

Bogor Gelar Festival Kurma

Bogor Gelar Festival Kurma Untuk pertama kalinya Kota Bogor menggelar festival buah kurma, yang mengenalkan cara budidaya dan cara mengolah buah kurma kepada masyarakat luas.

Festival kurma ini diadakan di Botani Square pada tanggal 8-14 Januari 2018, yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor Annas S Rasmana.

“Diharapkan masyarakat dapat mengenal dan terdorong untuk menanam kurma melalui kegiatan festival kurma ini,” kata Annas.

Festival kurma diselenggarakan oleh PT. Kampoeng Kurma, salah satu tujuan diadakannya festival adalah untuk memasyarakatkan budi daya tanaman kurma kepada masyarakat Bogor.

Manager Operasional PT. Kampoeng Kurma Suwardi Tanu mengatakan kurma merupakan tumbuhan asal Timur tengah, juga bisa di tanam di Indonesia.

“Kebanyakan pohon kurma yang ditanam warga Indonesia tidak berbuah karena pengetahuan tentang penanaman kurma masih kurang,” kata Suwardi.

Menurutnya minimnya pengetahuan tersebut menjadi justifikasi umum bahwa pohon kurma tidak bisa berbuah di Indonesia.

“Jika kita memmiliki pengetahuan tata cara menanam dan merawat pohon kurma, maka dalam waktu tertentu dapat memanen buahnya,” lanjut Suwardi.

Berbagai kuliner olahan dari Buah Kurma dipamerkan di Botani Square Kota Bogor hingga sepekan. Selain Buah Kurma, aneka kudapan seperti Kue Lapis Kurma, Selai Kurma, minuman Jus Kurma hingga Kopi Kurma pun dipamerkan dalam Festival Kurma pertama di tanah air ini.

Festival Kurma ini rupanya menarik perhatian para pengunjung. Beberapa diantaranya bahkan antusias untuk mencicipi berbagai rasa minuman Kurma yang konon bisa menyehatkan tubuh. Festival kurma digelar untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat buah Kurma sekaligus mengajak masyarakat menanam buah Kurma yang ternyata bisa tumbuh di iklim tropis seperti di Indonesia.

Setelah mendapatkan pengetahuan tentang Kurma, diharapkan masyarakat Indonesia bisa menjadi produsen buah Kurma terbesar di dunia karena  begitu luas lahan yang subur di tanah air.

Baca juga :
Informasi Tentang Kebun Raya Bogor
Profil Investasi Bidang Industri dan Perdagangan
Potensi Usaha di Kota Bogor

Jembatan Ambruk di Penangkaran Rusa Cariu Bogor

Jembatan Ambruk di Penangkaran Rusa Cariu Bogor Pada Senin, 1 Januari 2018, jembatan gantung di Wisata Penangkaran Rusa Cariu, Desa Buana Jaya, Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ambruk. Insiden ini menewaskan seorang wisatawan dan 43 lainnya luka-luka.

Daerah ini dinyatakan tutup untuk sementara, beberapa jam setelah kejadian polisi langsung menutup lokasi wisata yang dikelola Perum Perhutani ini. Areal wisata nampak sepi, para pemilik restoran, maupun suvenir, makanan, dan minuman juga tutup. Hanya beberapa pedagang di sekitar loket penjualan tiket yang masih nampak bertahan berjualan makanan dan minuman.

Semenjak Jembatan gantung sepanjang 42 meter ini ambruk, karyawan wanawisata terpaksa harus membawa pakan rusa dengan menyeberangi sungai Sibeet. Sebab, jembatan ini merupakan satu-satunya akses menuju kawasan wisata tersebut.

“Ada karyawan bergiliran menyeberang kesana (areal wisata) memberi makan rusa,” kata salah satu karyawan wanawisata Penangkaran Rusa Cariu.

Hingga pada saat ini, polisi telah memeriksa tiga orang saksi untuk dimintai keterangan. Ketiga orang tersebut petugas wanawisata Penangkaran Rusa Cariu, yang pada saat itu berada di lokasi kejadian.

“Baru tiga orang, kemungkinan ada lagi yang akan dimintai keterangan,” kata Kapolsek Tanjungsari, Iptu Muhaimin, Rabu (3/1/2018).

Namun demikian, dirinya belum bisa menyimpulkan penyebab ambruknya jembatan gantung yang membentang diatas sungai Cibeet itu.

Dugaan sementara, jembatan ambruk karena menampung beban yang melampaui batas kapasitas. Seharusnya, jembatan tersebut hanya boleh dilalui 10 orang, tetapi saat kejadian jembatan itu dilintasi lebih dari 50 wisatawan. Akibat kelebihan beban ini menyebabkan seling baja putus dan membuat konstruksi jembatan ambruk.

“Dugaan sementara karena over kapasitas,” ujar Muhaimin.

 

Baca juga :
Profil Investasi Bidang Infrastruktur di Kota Bogor
Tempat Shopping Murah dan Asyik Untuk Dikunjungi
Tempat Makan Enak Di Bogor yang Murah

Informasi Tentang Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor terletak di pusat Kota Bogor, Jawa Barat. Pada awalnya, Kebun Raya Bogor ini merupakan hutan buatan / taman buatan yang tercatat sudah di bangun sejak masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi), dari Kerajaan Sunda. Hal tersebut ada di dalam prasasti Batutulis. Hutan buatan ini bertujuan untuk menjaga lingkungan hijau serta untuk melestarikan benih kayu yang langka. Selain di Kebun Raya Bogor, ada juga beberapa hutan buatan lainnya di sekitar perbatasan Cianjur dengan Bogor dan dikenal dengan nama Hutan Ciung Wanara.

Lalu hutan ini dibiarkan begitu saja setelah Kerajaan Sunda talkluk dari Kesultanan Banten, kemudian setelah itu Gubernur Jenderal van der Capellen membuat sebuah rumah untuk beristirahan di sudut hutan tersebut sekitar pertengahan abad ke-18.

Selanjutnya pada tahun 1800-an, Gubernur Jenderak Thomas Stamford Raffles mendiami Istana Bogor dan sangat menyukai kegiatan Botani dan memiliki keinginan untuk membuat Istana Bogor agar menjadi sebuah kebun yang canti dengan berbagai macam jenis tanaman yang tumbuh disana. Kemudian setelah itu, didatangkanlah ahli botani yang bernama W. Kent mencoba mendesign istana bogor menjadi sebuah taman bergaya Inggris klasik. Hingga sampai saat ini bentuk kebun raya bogor tersebut.

Kebun Raya Bogor ini memiliki alur sejarah yang sangat tinggi, tempatnya yang nyaman dan kesejukan yang diberikan dari cuaca disana serta keasriannya membuat banyak wisatawan asing yang ingin berkunjung untuk menikmati hal tersebut. Karena uniknya adalah ada suasana hutan yang terdapat didalam kota.

Alamat Kebun Raya Bogor :

Jln. Ir. Haji Juanda No.13, 16122, Indonesia
Telp. (0251) – 8322187

Jam Buka Kebun Raya Bogor :

Kebun : 08.00 – 17.00
Kantor : 07.00 – 15.30
Informasi : 08.00 – 16.00
Perpustakaan : 08.00 – 15.00 *
Rumah Kaca Anggrek : 08.00 – 15.30
Toko Tanaman & Cinderamata : 08.00 – 15.30
Cafe De’daunan : 08.00 – 21.00
Museum Zoologi : 08.00 – 17.00

* Khusus hari Jumat (08.00 – 16.00) Sabtu – Minggu dan hari libur tutup

Harga Tiket Masuk Kebun Raya Bogor :

Sejak tahun 2008 lalu, harga tiket masuk untuk Kebun Raya Bogor ini sudah menjadi satu dengan pembelian tiket masuk ke Museum Zoologi Bogor. Dengan anda membeli satu tiket saja, anda sudah dapat masuk kedalam Kebun Raya Bogor dan Museum Zoologi Bogor.

Cara sampai ke Kebun Raya Bogor :

Jika anda berada di Stasiun Kota Bogor, anda dapat naik mobil angkutan umum kota nomor 02 dengan jurusan Merdeka – Sukasari, dan nantinya bilang saja sama supirnya untuk berhenti di Kebun Raya Bogor. Anda akan langsung dapat melihat pintu utama dari Kebun Raya Bogor.

Jika anda berada di Baranangsiang Bogor, anda dapat naik mobil angkutan umum kota nomor 09 dengan jurusan ke Warung Jambu – Sukasari. Anda dapat bilang kepada supirnya untuk berhenti di depan pintu Kebun Raya Bogor.

IPB Gelar FGD Water Sensitive City

Institut Pertanian Bogor Terus melakukan kajian dengan melalui Focus Group Discussion(FGD) benchmarking, untuk mengetahui pada level berapakah kota Bogor dan Kabupaten Bogor (Cibinong dan Sentul City) di standar “Water Sensitive City”, kemarin.

Prof Hadi Susilo Arifin selaku Peneliti dari IPB menjelaskan kajian dalam FGD ini melibatkan para akademisi dari tiga universitas yaitu IPD, UI dan Monash University. Water Sensitive Cities-Kota Sensitif Air/ Kota Ramah Air adalah suatu konsep kota dimasa yang akan datang dimana tidak hanya memenuhi kebutuhan air perkotaan, tetapi bagaimana sumber daya air sekaligus memberi manfaat keletingan dan memiliki daya tahan terhadap air.

Ilustrasi dari Kota Ramah Air ini adalah dimana kota yang tidak banjir jika musim hujan dan kota yang tidak kekeringan air jika di musim kemarau. Melalui FGD yang dilakukan di kampus IPB dan dua lokasi penerapan water sensitive cities ini nantinya dapat menjadi ide dalam mencari solusi ke depan atas permasalahan air di suatu tempat.

Mengapa penelitian ini dilakukan di kota Bogor, kota Bogor umumnya di sebut kota hujan dikarenakan sering terjadi hujan dengan kapasita besar dan lama, sehingga sering menimbulkan kebanjiran sampai keluar daerah Bogor itu sendiri. Ia menyebutkan, sebetulnya oenelitian sama antara IPB, UI dan Monash University ini sudah dilakukan terangkum pada topik penelitian “Air Perkota-Kotaan Ramah Air” yang dimulai dari 2016-2019. Cluster Penelitian Air ini merupakan salah satu cluster dari lima cluster riset dalam kerja sama di the Australia Indonesia Center (AIC).

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto sebelumnya sempat memaparkan dalam mewujudkan program kota bogor sebagai Kota Ramah Air, Pihaknya telah menyusun kerangka kebijakan dan skema pelaksanaan kegiatan agar selaras dengan berbagai perencanaan kota yang sudah disusun sebelumnya.

“Bagi kami di kota bogor, kami ingin seluruh program dapat berjalan dengan lancar dan tentunya didukung dengan perencanaan yang mamadai,”Katanya dalam Pertemuan telecnference-Urban Water Cluster Adivisory Board The Australia Indonesia Cernter, belum lama ini.

Pertemuan ini kata Bima, Merupakantindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Bogor oada tahn lalu. Selama tiga tahun, mulai tahun 2016 hingga tahun 2018 kedepan kota Bogor dan Kabupaten Bogor akan menerima bantuan berupa riset dati The Australia-Indonesia Cerntre untuk Program Bogor KOta Ramah Air yang melibatkan para akademisi dari Minash Univercity Australia, IPB dan UI.

Profil Investasi Bidang Industri dan Perdagangan

Industri yang beroperasi di Kota Bogor tahun 2003 sebanyak 2.722 unit dengan penyerapan tenaga kerja 43.612 orang dan nilai investasi sebesar Rp. 357.216.795.046,00. Dengan rincian 2.722 Unit Usaha industri yang ada, terdiri dari industri Menengah/Besar sebanyak 56 Unit dengan penyerapan tenaga kerja 23.870 orang dan investasi sebesar Rp. 328.014.725.889,00 Industri Kecil Formal sebanyak 728 unit dengan unit penyerapan tenaga kerja sebanyak 11.192 orang dan investasi Rp. 26.326.518.987,00 serta industri Kecil Non Formal 1.938 Unit dengan penyerapan tenaga kerja 8.550 orang dan investasi sebesar Rp. 2.875.550.164,00.

Pengembangan kegiatan industri di Kota Bogor telah memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan yakni dengan dikembangkannya Industri Kecil yang Non polutan dan bersifat padat karya melalui perbaikan lingkungan dan lokalisasi usaha.

Skala prioritas pengembangan jenis industri yang ramah lingkungan melalui pengembangan agroindustri yang dikaitkan dan diintegrasikan dengan sistem agribisnis dengan tujuan meningkatkan nilai tambah dan memperkuat struktur industri, meningkatkan ekspor hasil industri, memperluas kesempatan kerja dan usaha, serta mendukung usaha pengentasan kemiskinan. Hal ini dapat terlihat dengan diwajibkannya pada industri untuk menyediakan SPAL (Saluran Pengembangan Air Limbah), IPAL, Pengelolaan sampah serta saluran drainase.

PERDAGANGAN
Perusahaan perdagangan yang beroperasi di Kota Bogor sebanyak 18.674 unit tahun 2003 dengan tenaga kerja yang terserap sebanyak 28.335 orang Nilai Investasi pada tahun 2003 sebesar Rp. 100.083.285.000,00 dengan realisasi non migas pada tahun 2003 sebesar US$ 110,982,390.93.

PELUANG PENANAMAN MODAL BIDANG INDUSTRI DAN PERDAGANGAN DI KOTA BOGOR
Investasi Lingkungan Industri Kecil (LIK) dan Bogor Industrial Campus (BIC), lahan yang mungkin dapat dikembangkan seluas 20 sampai 50 hektar dengan peruntukan lokasi sebagai kawasan Industri dan pendidikan politeknik yang mendukung kegiatan Industri di Kota Bogor. Dalam kaitannya dengan pengembangan Industri yang ramah lingkungan, hal ini untuk menjaga dan meningkatkan peranan Industri Kecil pada khususnya dan Industri Kecil dan Menengah pada umumnya melalui penyiapan sumberdaya manusia yang akan berkiprah dalam sektor Industri tersebut, maka direncanakan pembangunan Bogor Industrial Campus.

TAS
Industri kerajinan Tas Bogor dengan kapasitas produksi 25.000 unit/tahun lokasinya di Kelurahan Tajur Kecamatan Bogor Timur.

WAYANG GOLEK
Industri kerajinan Wayang Golek dengan kapasitas produksi 12.000 unit/tahun lokasinya di Kelurahan Cikaret Kecamatan Bogor Selatan.

ALAT KANTOR LOGAM
Industri alat-alat kantor dari logam dengan kapasitas produksinya 84.200 buah/tahun lokasinya di Kelurahan Bondongan Kecamatan Bogor Selatan.

NATA DE COCO
Industri Nata de coco dengan kapasitas produksinya 426 ton/tahun lokasinya di Kelurahan Baranangsiang Kecamatan Bogor Timur.

KRIPIK SINGKONG
Industri Kripik Singkong dengan kapasitas produksinya 500 ton/tahun lokasinya di Kelurahan Cibuluh Kecamatan Bogor Utara.

FURNITURE
Industri Furniture di Kota Bogor berjumlah 54 unit usaha yang menyerap tenaga kerja sebanyak 747 orang, kapasitas produksi 37.000 unit dengan nilai investasi sebesar Rp.10.649.000,00 yang tersebar di wilayah Kota Bogor. Produk yang dihasilkan dari Industri ini banyak dibutuhkan masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya juga mempunyai peluang pasar di Luar Negeri khususnya Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Eropa.

BAHAN BANGUNAN
Komponen bahan bangunan (kusen, pintu, jendela, profile), Industri ini pada tahun 2003 berjumlah 54 unit usaha, tenaga kerja sebanyak 269 orang, kapasitas produksi yang dihasilkan 4.368m3 per tahun dengan nilai investasi sebesar Rp.654.972.000,00 yang lokasinya tersebar di wilayah Kota Bogor. Apabila dilihat dari salah satu fungsi Kota Bogor yaitu sebagai kota permukiman serta banyaknya pengembang yang terdapat di Kota Bogor, maka produk yang dihasilkan dari Industri ini banyak dibutuhkan masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya. Disamping itu adanya peluang baru di Jepang bagi produk komponen bahan bangunan impor khususnya dari bahan kayu keras tropik, dimana negara ini merupakan salah satu dari lima negara maju yang pada tahun 2000 menempati urutan kedua setelah Amerika Serikat dalam pertumbuhan perumahan baru, sehingga produk-produk Indonesia mempunyai prospek pasar yang baik.

PERLENGKAPAN DARI PLASTIK
Barang-barang dari plastik sudah merupakan suatu kebutuhan sehari-hari baik bagi perorangan, kelompok, instansi/lembaga pemerintah dan swasta.

Perusahaan industri barang-barang dari plastik di Kota Bogor jumlahnya 2 unit usaha dengan produksi yang dihasilkan masih terbatas jenis yaitu berupa gagang payung, kran air dan komponen meubel dari plastik. Barang-barang tersebut pada umumnya banyak dibutuhkan oleh pasaran luar negeri antara lain seperti dari negara Pakistan, Sudan, Saudi Arabia, Jepang, Perancis, Belgia, Libanon, Srilangka, Bangladesh, Jerman.

PAKAIAN
Perusahaan Industri pakaian jadi sampai dengan tahun 2003 berjumlah 194 unit usaha, tenaga kerja sebanyak 10.390 orang, kapasitas produksi per tahunnya sebanyak 30.907.200 lusin dengan nilai investasi yang tertanam sebesar Rp. 556.329.600.000,00 yang tesebar di wilayah Kota Bogor. Hasil industri dipasarkan ke daerah-daerah di luar Kota Bogor bahkan telah di ekspor ke mancanegara dengan nilai US$52,954,305.77.

SEPATU SANDAL
Sepatu, sandal ini merupakan produk unggulan dari Kota Bogor karena disamping menyerap banyak tenaga kerja, juga pemasarannya sudah sampai ke mancanegara terutama ke negara-negara berkembang di Afrika dan Amerika Latin. Perusahaan industri sepatu sandal baik formal maupun non formal di Kota Bogor berjumlah 360 unit usaha, tenaga kerja yang terserap sebanyak 2.380 orang, kapasitas produksi per tahunnya sebanyak 488.038 kodi dengan nilai investasi sebesar Rp. 45.000.000.000,00 yang tersebar di wilayah Kota Bogor. Sumber bahan baku dan penolong diperoleh dari dalam negeri sendiri (64,78%) dan sisanya 35,22% diimpor dari beberapa negara antara lain Amerika, Korea, Italia, Argentina dan Jerman.

MAINAN ANAK
Industri mainan anak-anak dari kain bulu (boneka) / kayu yang terdapat di Kota Bogor ada 3 buah perusahaan dengan jenis produksinya berupa boneka. Padahal mainan anak-anak dari kayu dan sejenisnya mempunyai peluang pasar yang potensial baik di dalam maupun luar negeri.

KOMPONEN ELEKTRONIKA
Kemajuan teknologi dibidang elektronika dalam beberapa tahun terakhir ini begitu pesatnya dan sangat dibutuhkan baik instansi pemerintah, swasta maupun perorangan. Kemajuan yang telah dicapai tersebut tentunya harus diikuti dengan tersedianya komponen-komponen elektronika yang lengkap dan bermutu. Di Kota Bogor saat ini perusahaan industri yang memproduksi komponen dan perakitan elektonika masih sangat terbatas jumlah perusahaan dan jenis produksinya (komponen antena parabola) yaitu hanya 1 unit usaha. Melihat kondisi tersebut, maka usaha dibidang ini sangat memungkinkan apabila pihak investor dapat mengembangkan usaha pembuatan komponen elektronika lainnya di Kota Bogor.

PERCETAKAN
Di Kota Bogor perusahaan industri percetakan dan penerbitan terdapat 63 unit usaha kerja yang terserap sebanyak 741 orang, kapasitas produksi per tahunnya sebanyak 1.240.641 rim dan nilai investasi sebesar Rp. 16.439.218.000,00 yang lokasinya tersebar di wilayah Kota Bogor. Dengan banyak terdapatnya perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, obyek-obyek penelitian ilmiah serta difungsikannya Kota Bogor sebagai kota ilmu dan kota permukiman maka usaha ini mempunyai peluang yang besar untuk dikembangkan karena barang-barang cetakan dan penerbitan banyak dibutuhkan oleh masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya.

ALAT PERAGA PENDIDIKAN
Perusahaan industri yang membuat alat peraga pendidikan dan olah raga di Kota Bogor sangat terbatas jumlahnya dan itupun masih bersifat non formal. Sedangkan sebagai kota pemukiman, kota ilmu, masyarakatnya membutuhkan produk-produk tersebut sebagai alat untuk mencerdaskan dan menyehatkan Kota Bogor.

MAKANAN OLAHAN
Perkembangan industri pengolahan makanan saat ini berkembang dengan pesat di Kota Bogor maupun wilayah sekitar Kota Bogor. Untuk menunjang kegiatan usahannya dibutuhkan mesin / peralatan pengolah hasil pertanian. Akan tetapi perusahaan industri yang memproduksi alat / mesin pengolah hasil pertanian tersebut di Kota Bogor hanya terdapat 1 perusahaan yang memproduksi atas dasar pesanan. Melihat kondisi tersebut, akan mempunyai peluang besar dan menguntungkan bagi para investor apabila berkeinginan untuk menanamkan modalnya dibidang usaha ini di Kota Bogor.

KOMPONEN KENDARAAN
Peningkatan jumlah kepemilikan kendaraan bermotor di Kota Bogor dan sekitarnya dapat merupakan peluang pasar yang besar terhadap kebutuhan komponen kendaraan bermotor secara lengkap baik pada sekarang maupun yang akan datang. Sampai saat ini industri yang membuat komponen kendaraan bermotor di Kota Bogor masih terbatas jumlahnya yaitu 1 unit usaha yang hanya memproduksi plat kopling berikut dekrup untuk kendaraan roda empat yang pemasarannya disamping di Kota Bogor sendiri juga sampai ke Kota Jakarta, Bandung dan lain-lain. Dengan kondisi tersebut sudah tentu membuka peluang bagi para investor untuk membuka usaha komponen kendaraan bermotor lainnya guna memenuhi kebutuhan masyarakat konsumen di Kota Bogor dan sekitarnya.

FIBER GLASS
Salah satu produk yang juga dibutuhkan masyarakat adalah barang-barang dari fiberglass yang dalam pemasarannya mempunyai keterkaitan dengan berbagai pihak antara lain seperti industri kendaraan bermotor untuk memenuhi kebutuhan kursi/bangku kendaraan. Di Kota Bogor perusahaan industri yang memproduksi barang-barang dari fiberglass sebanyak 1 unit usaha dengan hasil produksinya berupa tangki air, bak mandi dan kursi/bangku yang berlokasi di Kecamatan Bogor Utara.

OBAT-OBATAN
Perusahaan industri obat-obatan sebanyak 1 unit usaha dengan status Penanaman Modal Asing (PMA) yang berlokasi di Jl. Lawanggintung Kecamatan Bogor Selatan dengan pemasarannya mencakup dalam negeri dan luar negeri. Disamping itu juga terdapat 1 unit usaha lagi dengan produksinya berupa kapsul obat kosong berlokasi di Kedunghalang Talang, Kecamatan Bogor Utara.

KARET
Industri kecil non formal pengolahan karet (compound) banyak terdapat di Kota Bogor yang tersebar di Kecamatan Tanah Sareal dan Kecamatan Bogor selatan. Akan tetapi perusahaan industri yang menggunakan/memanfaatkan compound sebagai bahan baku masih sangat terbatas jumlahnya, yaitu hanya dibutuhkan oleh perusahaan vulkanisir ban yang juga terbatas jumlahnya di Kota Bogor.

KERAMIK
Pada umumnya keramik masih digemari masyarakat baik keramik untuk keperluan rumah tangga (pecah belah) disamping dari gelas maupun dari keramik hiasan. Industri keramik yang terdapat di Kota Bogor sebanyak 2 perusahaan dengan hasil produksinya berupa keramik pecah belah dan keramik hias dengan jangkauan pemasarannya masih dalam negeri.

Industri berbasis/berpotensi lokal ini merupakan industri yang menggunakan bahan baku lokal dan mudah didapat di dalam negeri seperti talas, terigu dan tapioka yang banyak terdapat di sekitar Kota Bogor. Hasil produknya sebagian besar terserap di pasaran lokal dan mempunyai potensi untuk dikembangkan serta dapat merupakan produk andalan daerah.

Barang-barang jadi dari kulit seperti tas, jaket, dompet dan lain-lain sangat diminati masyarakat konsumen baik dalam maupun luar negeri. Di Kota Bogor perusahaan industri barang-barang dari kulit masih terbatas jenis produksi yang dihasilkan yaitu sepatu dan tas

Profil Investasi Bidang Infrastruktur di Kota Bogor

SARANA JALAN
Dari Kota Bogor untuk menuju ke Pusat Ibu Kota, Bandara Udara Sukarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok sangat mudah hal ini dikarenakan sudah adanya jalan tol yang langsung menghubungkan antara Kota Bogor dengan ketiga tempat penting tersebut diatas.

Panjang Jalan Negara 30.199 Km
Kondisi baik sekali dan Kondisi baik 17.633 Km
Kondisi sedang 10.150 Km
Kondisi buruk 2.416 Km

Panjang Jalan Propinsi 26.759 Km.
Kondisi Baik Sekali dan Kondisi Baik 10.596 Km
Kondisi Sedang 8.388 Km
Kondisi Buruk 7.775 Km

Panjang Jalan Kota 564.193 Km
Kondisi Baik Sekali dan Kondisi Baik 129.573 Km
Kondisi Sedang 284.648 Km
Kondisi Buruk 73.878 Km

PELUANG PENANAMAN MODAL BIDANG INFRASTRUKTUR DI KOTA BOGOR

KAWASAN TERPADU TULLAK
Kawasan Perdagangan & Jasa Bubulak, direncanakan akan berdiri di sepanjang Jalan R1 dan kawasan wisata Cifor di atas lahan seluas ± 7 Ha dengan nilai investasi ± 12,5 Milyar
Peluang investasi Kawasan Terpadu TULLAK (Sentul Selatan dan Bubulak) ini sedang dalam proses perencanaan. Kawasan terpadu TULLAK ini adalah kawasan terpadu linier dengan pola mengikuti garis alur rencana jaringan jalan dari pintu tol Sentul Selatan (R2), jalan raya Baru Kemang (R0) dan batas jalan raya Sindangbarang (R1) dengan luasan 1.425 Ha.

RUMAH SUSUN SEWA
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, dan semakin mahalnya harga lahan untuk dapat dijangkau oleh penduduk berpenghasilan rendah, maka dibutuhkan suatu bentuk perumahan yang terpadu dan berdiri di atas lahan yang tidak terlalu luas. Oleh sebab itu dibangunlah Rusunawa (Rumah Susun Sewa) guna menjawab segala permasalahan di atas. Rusunawa di Kota Bogor akan berlokasi di Kelurahan Menteng Bogor Barat. Rusunawa tahap I seluas 0,6405 Ha dibangun oleh Departemen Kimpraswil dengan perkiraan biaya sebesar Rp. 10,2 Milyar, sedangkan rusunawa tahap II seluas 0,35 Ha dan tahap III seluas 0,6 Ha diperuntukan untuk investor swasta dengan perkiraan biaya sebesar Rp 8,6 milyar untuk tahap II dan Rp. 10,9 milyar untuk tahap III.

TERMINAL ANGKUTAN BARANG
Pembangunan Terminal Angkutan Barang akan dibangun di Kelurahan Tanah Baru Kec. Bogor Utara dengan nilai proyek Rp. 20 Milyar.
Prospek proyek adalah terbangunnya sarana dan prasarana pergudangan, tempat bongkar muat dan distribusi barang. Peluang pasar adalah kendaraan angkutan barang khususnya dengan MST diatas 8 ton, truk gandengan, kereta tempelan.

ANGKUTAN MASAL
Seiring dengan perkembangan pertambahan penduduk dan semakin giatnya kegiatan ekonomi, maka penataan jaringan trayek angkutan umum menjadi penting, yaitu dengan menghadirkan sarana angkutan umum yang layak, terjangkau dan dapat mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas. Sehubungan dengan hal tersebut Pemerintah Kota Bogor merencanakan untuk mengoperasikan bus berukuran ¾ sebagai angkutan masal, dengan trayek Ciawi-Cibuluh dan Bubulak-Soleh Iskandar-Baranangsiang. Biaya yang dibutuhkan untuk itu adalah Rp. 25 Milyar.
Pembangunan gedung parkir didasarkan pada kebutuhan yang mendesak akan areal perparkiran yang dapat menampung banyak mobil disamping untuk mengurangi tingkat kemacetan akibat parkir yang tidak terorganisir disekitar kawasan perdagangan Jl. Surya Kencana, gedung parkir tersebut direncanakan akan dibangun di Jl. Surya Kencana dan Jl. Otista dengan biaya sebesar Rp. 1,25 Milyar. Hal ini merupakan peluang yang menarik untuk ditawarkan mengingat besarnya pendapatan yang diperoleh dari bisnis perparkiran ini.

IDENTIFIKASI TRAYEK ANGKUTAN UMUM
Sasaran proyek ini adalah kendaraan angkutan kota yang belum memasang lampu identifikasi trayek dan selempang. Perkiraan investasi 250 Juta.

PENYEDIAAN AIR BERSIH
Pembangunan reservoir zone 6 kota batu dengan kapasitas 200m3/.
Produk/jasa yang aKan dihasilkan adalah optimalisasi kapasitas air bersih dengan perkiraan investasi ± 3,5 milyar.
Pengadaan dan pemasangan pipa steel diameter 1000 mm
Produk jasa yang dihasilkan optimalisasi kapasitas air bersih. Peluang pasar penambahan cakupan pelayanan. Lokasi dari Ciherang ke Dekeng. Modal investasi Rp.14.605 milyar atau ± Rp.14,7 milyar
Pengadaan dan penggantian meteran air untuk meningkatkan keakuratan bacaan meteran air dengan Modal investasi Rp. 9.075.000.000.
Proyek peningkatan jumlah pelanggan/
Modal investasi Rp. 20.895.000.000.

Potensi Usaha di Kota Bogor

KONDISI GEOGRAFIS KOTA BOGOR

Luas wilayah Kota Bogor tercatat 11.850 Ha atau 0,27% dari luas propinsi Jawa Barat. Kota Bogor ini terdiri dari 6 Kecamatan, yaitu Kecamatan Bogor Selatan, Bogor Utara, Bogor Timur, Bogor Barat, Bogor Tengah dan Tanah Sareal, yang meliputi 68 Kelurahan.

Ciri–ciri daerah perkotaan adalah kepadatan penduduk per kilometer persegi sangat tinggi diatas 5.000 jiwa/km2, untuk Kota Bogor rata-rata per kilometer ditempati sebanyak 6.662 jiwa penduduk. Kepadatan tertinggi ada di kecamatan Bogor Tengah yaitu sebesar 11.770 jiwa/km2 dan terendah ada di kecamatan Bogor Selatan 5.019 jiwa/km2.

Kota Bogor terletak diantara 106 480 BT dan 6 360 LS serta mempunyai ketinggian rata rata minimal 190 meter, maksimal 350 meter, kemiringan lereng antara 0-3%, 4-15%, 16-30% dan diatas 40% dengan jarak dari Ibu Kota kurang lebih 60 Km, dikelilingi Gunung Salak, Gunung Pangrango dan Gunung Gede.

Kota Bogor berpenduduk 820.707 jiwa dengan komposisi 419.252 Laki- laki dan perempuan 401.455 jiwa, dikenal dengan sebutan Kota Hujan karena memiliki curah hujan yang tinggi yaitu berkisar 3.500 – 4.000 milimeter pertahunnya.

Secara umum Kota Bogor ditutupi oleh batuan vulkanik yang berasal dari endapan (batuan sedimen) dua gunung berapi, yaitu gunung Pangrango (berupa satuan breksi tupaan/kpbb) dan Gunung Salak (berupa aluvium/kal dan kipas aluvium/kpal). Lapisan batuan ini berada agak dalam dari permukaan tanah dan jauh dari daerah aliran sungai. Endapan permukaan umumnya berupa aluvial yang tersusun oleh tanah, pasir dan kerikil hasil dari pelapukan endapan yang baik untuk vegetasi. Dari struktur geologi tersebut, maka Kota Bogor memiliki daya dukung tanah yang berada antara 1,5 Kg/Cm2.

Sebagai salah satu bagian dari propinsi Jawa Barat, Kota Bogor merupakan penyangga Ibu Kota Negara yang memiliki Asset Wisata Ilmiah yang bersifat Internasional (Kebun Raya). Pusat Kota Bogor terletak 100 Km disebelah Selatan dari Pelabuhan Sunda Kelapa yang pada jaman dahulu kala merupakan pelabuhan terpenting bagi Negara Pakuan Pajajaran yang pusatnya sekitar BatuTulis di Selatan Kota Bogor.

Kota Bogor dengan ketinggian dari permukaan laut minimal 190 meter dan maksimal 330 meter, memiliki udara rata – rata setiap bulannya adalah 26oC dan suhu udara terendah 21,8o C, dengan kelembaban udara kurang lebih 70%. Sedangkan curah hujan cukup besar setiap tahunnya yaitu berkisar antara 3500-4000 mm dengan luas 4.992,30 Ha, antara 4000-4500 mm dengan luas 6.424,65 Ha, dan antara 4500-5000 mm dengan luas 433,05 Ha, terutama pada bulan Desember sampai dengan bulan Januari.

Kota Bogor yang disebut sebagai Kota Hujan dialiri beberapa sungai yang permukaan airnya jauh dibawah permukaan Kota, yaitu Sungai Ciliwung, Cisadane, Cipakancilan, Cidepit, Ciparigi, dan Cibalok, maka boleh dikatakan secara umum Kota Bogor aman dari bahaya banjir.

Kedudukan topografis Kota Bogor ditengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor serta lokasinya yang dekat dengan Ibu Kota Negara, merupakan potensi yang strategis untuk perkembangan dan pertumbuhan ekonomi. Adanya Kebun Raya yang didalamnya terdapat Istana Bogor di Pusat Kota, merupakan tujuan wisata, serta kedudukan Kota Bogor diantara jalur tujuan wisata Puncak-Cianjur juga merupakan potensi yang strategis bagi pertumbuhan ekonomi.

BATAS WILAYAH KOTA BOGOR

  • Sebelah Selatan : Berbatas dengan Kecamatan Cijeruk dan kecamatan Caringin Kabupaten Bogor
  • Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kecamatan Sukaraja dan Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor.
  • Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kecamatan Sukaraja, Kecamatan Bojong Gede dan Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor.
  • Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Kemang dan Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor.

LUAS KECAMATAN DAN KELURAHAN

KECAMATAN BOGOR UTARA : 1.772 ha
Kelurahan Tegal Gundil 198 ha
Kelurahan Bantarjati 170 ha
Kelurahan Kedung Halang 192 ha
Kelurahan Ciparigi 161 ha
Kelurahan Cibuluh 154 ha
Kelurahan Ciluar 220 ha
Kelurahan Tanah Baru 233 ha
Kelurahan Cimahpar 444 ha

KECAMATAN BOGOR SELATAN : 3.081 ha
Kelurahan Lawang Gintung village 61 ha
Kelurahan Batu tulis 66 ha
Kelurahan Bondongan 68 ha
Kelurahan Empang 79 ha
Kelurahan Pamoyanan 245 ha
Kelurahan Rangga mekar 148 ha
Kelurahan Mulyaharja 470 ha
Kelurahan Cikaret 345 ha
Kelurahan Bojong kerta 276 ha
Kelurahan Rancamaya 200 ha
Kelurahan Kertamaya 360 ha
Kelurahan Harjasari 149 ha
Kelurahan Muarasari 154 ha
Kelurahan Genteng 173 ha
Kelurahan Pakuan 104 ha
Kelurahan Cipaku 174 ha

KECAMATAN BOGOR TENGAH : 813 ha
Kelurahan Babakan 122 ha
Kelurahan Sempur 63 ha
Kelurahan Tegallega 123 ha
Kelurahan Babakan pasar 41 ha
Kelurahan Gudang 32 ha
Kelurahan Paledang 0 178 ha
Kelurahan Panaragan 27 ha
Kelurahan Pabaton 63 ha
Kelurahan Kebon Kelapa 45,7 ha
Kelurahan Cibogor 44 ha
Kelurahan Ciwaringin 74,3 ha

KECAMATAN BOGOR BARAT : 3.285 ha
Kelurahan Menteng 209 ha
Kelurahan Sindangbarang 370 ha
Kelurahan Bubulak 314 ha
Kelurahan Margajaya 355 ha
Kelurahan Balumbangjaya 154 ha
Kelurahan Situgede 273 ha
Kelurahan Semplak 44 ha
Kelurahan Cilendek Barat 174 ha
Kelurahan Cilendek Timur 105 ha
Kelurahan Curugmekar 104 ha
Kelurahan Curug 195 ha
Kelurahan Pasirjaya 290 ha
Kelurahan Pasirkuda 225 ha
Kelurahan Pasirmulya 100 ha
Kelurahan Gunungbatu 220 ha
Kelurahan Loji 253 ha

KECAMATAN BOGOR TIMUR : 1.015 ha
Kelurahan Baranangsiang 235 ha
Kelurahan Sukasari 48 ha
Kelurahan Katulampa 491 ha
Kelurahan Sindangsari 90 ha
Kelurahan Sindangrasa 106 ha
Kelurahan Tajur village 45 ha

KECAMATAN TANAH SAREAL : 1.884 ha
Kelurahan Kebon Pedes 104 ha
Kelurahan Tanah Sareal 105 ha
Kelurahan Kedungbadak 195 ha
Kelurahan Sukaresmi 98 ha
Kelurahan Kedungwaringin 142 ha
Kelurahan Kedungjaya 72 ha
Kelurahan Sukadamai 112 ha
Kelurahan Mekarwangi 135 ha
Kelurahan Kencana 214 ha
Kelurahan Kayumanis 243 ha
Kelurahan Cibadak 464 ha

PENGGUNAAN LAHAN

Berdasar data Tahun 2001 penggunaan lahan di Kota Bogor adalah sebagai berikut :
Permukiman : 69,88 %
Pertanian : 10.05 %
Jalan : 5,31 %
Jasa dan Perdagangan : 3,52 %
Badan Sungai,Situ,Danau : 2,89 %

Perkembangan kegiatan kota cenderung berkembang menuju ke segala arah, terutama pada Wilayah perluasan dengan mengalihfungsikan lahan pertanian yang kurang produktif dan kebun campuran. Gambaran arah perkembangan fisik Kota Bogor sebagai berikut :

BAGIAN SELATAN :
Yaitu Kecamatan Kota Bogor Selatan berpotensi sebagai daerah permukiman dengan KDB rendah dan ruang Terbuka Hijau

BAGIAN UTARA :
Yaitu Kecamatan Bogor Utara berpotensi sebagai daerah industri Non-Polutan dan sebagai Penunjangnya adalah permukiman serta perdagangan dan jasa dan kecamatan Tanah Sareal cenderung berpotensi Sebagi permukiman, perdagangan dan jasa, serta fasilitas pelayanan kota.

BAGIAN BARAT :
Yaitu kecamatan Bogor Barat berpotensi sebagai daerah permukiman yang ditunjang oleh objek Wisata.

BAGIAN TIMUR :
Yaitu Kecamatan Bogor Timur berpotensi sebagai daerah permukiman.

BAGIAN TENGAH :
Yaitu Kecamatan Bogor Tengah berpotensi sebagai pusat perdagangan dan jasa yang ditunjang oleh perkantoran dan wisata ilmiah.

PDRB

Perkembangan perekonomian Kota Bogor tahun 2002 menunjukan pertumbuhan sebesar 5,78% meningkat menjadi 6,07% tahun 2003. Pertumbuhan yang cukup baik ini merupakan modal yang baik untuk pemulihan ekonomi Kota Bogor. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Bogor tahun 2002 berdasarkan harga berlaku Rp. 3.282.218.410.000,00 pada tahun 2003 meningkat menjadi Rp. 3.645.650.790.000,00 dengan pendapatan perkapita Rp. 4.227.462,01 pada tahun 2002 menjadi Rp. 4.605.734,59 pada tahun 2003.

Sektor Lapangan Usaha yang memberikan kontribusi bagi peningkatan PDRB Kota Bogor adalah Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 12,35%, Pertanian sebesar 0,40% Pengangkutan dan Komunikasi 10,62% Industri Pengolahan 26,44%, Listrik, Gas dan Air Bersih 3,06% Perdagangan, Hotel dan Restoran 31.27%, Jasa-jasa 7,37 dan Sektor Bangunan sebesar 8,50%.

Tempat Wisata Kerajinan Tangan Bogor

Apa yang Anda cari saat pelesiran di Bogor? Mungkin kuliner atau mengunjungi obyek wisata alam yang memang andalan Bogor.

Tetapi, Bogor menyimpan kreativitas yang segudang. Ada beberapa tempat yang layak Anda kunjungi untuk mengenal kerajinan di Bogor.

Mari melongok ke beberapa tempat industri kreatif di Bogor. Sebagai industri kreatif, Anda pun bisa berburu oleh-oleh khas Bogor.

Batik Bogor. Hampir semua daerah di Pulau Jawa memiliki batik dengan motif-motif khas masing-masing daerah, tak terkecuali Bogor. Jika Anda penggemar batik, pastikan Anda memiliki koleksi batik bogor.

Anda bisa mampir ke Griya Emmy Collection yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor. Emmy Subagyo disebut-sebuat sebagai pelopor batik Bogor.

Sebagian besar merupakan batik tulis, walaupun begitu harganya relatif masih terjangkau. Sementara bahan yang dipakai adalah katun dan sutra.

Apa ciri khas motif batik Bogor? Perhatikan kain-kain yang dijual di tempat ini, aneka motif seperti rusa, bunga bangkai, teratai, sampai motif hujan menghiasi kain.

Sementara untuk harga, busana pria maupun perempuan diberi harga mulai dari Rp 100.000. Sementara kain batik dijual mulai dari Rp 60.000 tergantung bahan kain.

Di hari-hari tertentu, Emmy juga mengajarkan cara pembuatan kain batik yaitu melukis motif batik Bogor dengan canting dan malam. Hanya saja, pengunjung yang berminat harus melakukan reservasi terlebih dahulu untuk kursus kilat melukis batik.

Gamelan. Pabrik Gong ini begitu tenar di kalangan wisatawan mancanegara, namun masih kurang dikenal oleh wisatawan nusantara. Padahal, pabrik gong ini sudah berdiri sejak tiga abad yang lalu.

Inilah pabrik gong tertua di Jawa Barat. Saat mampir, di bagian luar Anda akan melihat tulisan “Gong Factory”, namun penduduk setempat mengenal tempat ini sebagai “Gongham”.

Adalah Haji Sukarna bersama anaknya yang dengan setia masih meneruskan tradisi pembuatan gong. Panas dan jilatan api terasa di dalam pabrik. Anda akan melihat proses pembuatan gong dan alat musik lainnya dalam gamelan di pabrik ini.

Para pengrajin dengan tekun mengerjakan gamelan mulai dari gong, bonang, dan saron. Perlu waktu paling sedikit satu bulan untuk menyelesaikan satu set gamelan.

Pabrik gong ini berdempetan dengan rumah-rumah, tetapi Anda bisa bertanya penduduk sekitar di mana lokasi “Gongham”. Ia berada di Jalan pancasan Nomor 17. Sebenarnya tidak terlalu jauh dari Kebun Raya Bogor.

Wayang Golek. Budaya Sunda memang memiliki wayang dengan ciri khas tersendiri, yaitu wayang golek. Di Bogor ada seorang perajin wayang golek yang terkenal di kalangan turis asing terutama dari Eropa.

Turis yang berkunjung, tak sekedar membeli wayang golek, tetapi bisa melihat langsung proses pembuatannya. Pemiliknya bernama Dase Adang yang sejak tahun 1979 membuat usaha kerajinan wayang golek.

Ia membuat wayang golek dari bahan kayu lame. Dalam per bulan ia mampu memproduksi hingga 40 buah wayang golek, topeng, dan patung. Harganya pun bervariasi, mulai dari kisaran ratusan ribu rupiah.

Tertarik melihat proses pembuatan wayang golek dan membelinya sebagai oleh-oleh? Mampir saja ke Sanggar Tumaritis milik Dase yang berada di Lebak Kantin, Kelurahan Sempur, Bogor Tengah.

Kujang. Di Bogor Timur, terdapat beberapa usaha kerajinan yang berkembang pesat. Salah satunya adalah Kujang Pajajaran. Kujang merupakan senjata tradisional masyarakat Sunda.

Wahyu Affandi merupakan pemilik dari Kujang Pajajaran. Galeri maupun tempat pembuatan kujang berada di Kampung Parung Banteng, Kelurahan Katulampa, Bogor Timur.

Bahan baku pembuatan kujang adalah besi, baja, dan kayu. Wahyu sendiri membuat beragam jenis kujang seperti kujang kuntul, naga, badak, jago, bangkong, dan badak

Dalam sebulan ia mampu memproduksi 10 buah kujang per bulan. Harganya pun bervariasi mulai dari dua ratus ribu rupiah hingga jutaan. Tamu-tamu negara yang mampir ke Bogor kerap kali mendapakan cinderamata berupa kujang dari Kujang Pajajaran.

Bilik Bambu. Masyarakat Desa Sukasari sejak lama terkenal sebagai pengrajin bambu. Mereka biasa membuat tusuk sate dan bilik bambu. Desa Sukasari berada di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Awalnya memang tusuk sate. Namun, kerajinan pun berkembang seiring waktu. Para pengrajin juga membuat kerai, meja, hingga kursi dari bambu.

Harganya bervariasi, seperti bilik bambu dijual mulai dari Rp 5.000 per meter. Apalagi Rumpin memang daerah kaya pohon bambu.