Jembatan Ambruk di Penangkaran Rusa Cariu Bogor

Jembatan Ambruk di Penangkaran Rusa Cariu Bogor Pada Senin, 1 Januari 2018, jembatan gantung di Wisata Penangkaran Rusa Cariu, Desa Buana Jaya, Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ambruk. Insiden ini menewaskan seorang wisatawan dan 43 lainnya luka-luka.

Daerah ini dinyatakan tutup untuk sementara, beberapa jam setelah kejadian polisi langsung menutup lokasi wisata yang dikelola Perum Perhutani ini. Areal wisata nampak sepi, para pemilik restoran, maupun suvenir, makanan, dan minuman juga tutup. Hanya beberapa pedagang di sekitar loket penjualan tiket yang masih nampak bertahan berjualan makanan dan minuman.

Semenjak Jembatan gantung sepanjang 42 meter ini ambruk, karyawan wanawisata terpaksa harus membawa pakan rusa dengan menyeberangi sungai Sibeet. Sebab, jembatan ini merupakan satu-satunya akses menuju kawasan wisata tersebut.

“Ada karyawan bergiliran menyeberang kesana (areal wisata) memberi makan rusa,” kata salah satu karyawan wanawisata Penangkaran Rusa Cariu.

Hingga pada saat ini, polisi telah memeriksa tiga orang saksi untuk dimintai keterangan. Ketiga orang tersebut petugas wanawisata Penangkaran Rusa Cariu, yang pada saat itu berada di lokasi kejadian.

“Baru tiga orang, kemungkinan ada lagi yang akan dimintai keterangan,” kata Kapolsek Tanjungsari, Iptu Muhaimin, Rabu (3/1/2018).

Namun demikian, dirinya belum bisa menyimpulkan penyebab ambruknya jembatan gantung yang membentang diatas sungai Cibeet itu.

Dugaan sementara, jembatan ambruk karena menampung beban yang melampaui batas kapasitas. Seharusnya, jembatan tersebut hanya boleh dilalui 10 orang, tetapi saat kejadian jembatan itu dilintasi lebih dari 50 wisatawan. Akibat kelebihan beban ini menyebabkan seling baja putus dan membuat konstruksi jembatan ambruk.

“Dugaan sementara karena over kapasitas,” ujar Muhaimin.

 

Baca juga :
Profil Investasi Bidang Infrastruktur di Kota Bogor
Tempat Shopping Murah dan Asyik Untuk Dikunjungi
Tempat Makan Enak Di Bogor yang Murah