Museum Zoologi Bogor

Museum Zoologi Bogor

Museum Zoologi Bogor

Museum Zoologi Bogor merupakan sebuah museum yang berada di Kota Bogor yang khusus menampilkan atau memamerkan koleksi yang berkaitan dengan dunia satwa seperti berbagai spesimen yang diawetkan maupun fosil hewan.

Museum ini dibagi menjadi 2 lokasi berbeda satu museum dibuka setiap hari untuk umum yang berisi ruang pameran terletak di Jalan Ir. H. Juanda No. 9 Bogor, museum yang satu lagi berfungsi sebagai tempat koleksi dan hanya dibuka untuk umum setahun sekali pada bulan Oktober, berada di Pusat Ilmu Pengetahuan Cibinong tepatnya di Jalan Raya Jakarta – Bogor Km. 46 Cibinong, Bogor.

Museum yang dahulunya bernama Landbouw Zoologisch Laboratorium didirikan pada tahun 1894 melalui gagasan J. C. Koningsberger ahli botani berkebangsaan Belanda. Pada tahun 1906 namanya berubah menjadi Zoologisch Museum and Wekplaats, tahun 1910 kemudian berubah lagi menjadi Zoologisch Museum en Laboratorium. Antara tahun 1945-1947 tempat ini dikenal dengan nama Museum Zoologicum Bogoriense, dan akhirnya sampai sekarang menjadi Museum Zoologi Bogor.

Beberapa koleksi yang dimiliki oleh Museum Zoologi Bogor antara lain Kerangka asli ikan paus biru raksasa (Balaenoptera musculus) yang merupakan koleksi terbesar di Museum Zoologi Bogor. Ikan ini ditemukan terdampar mati di Pantai Pamengpeuk, Priangan Selatan, pada Desember 1916. Panjangnya 27,25 m dengan berat 119.000 kg. Kerangka saja beratnya sudah mencapai 64.000 kg.

Lalu terdapat pula koleksi hewan melata antara lain Ular Tikus (Elaphae radiata) yang panjangnya bisa mencapai 2 meter, Ular Gadung (Trimeresurus albolabris) yang bisanya meracuni syaraf, dan Ular Cabe (Maticora intestinalis).

Kemudian koleksi mamalia yang hidup di kawasan nusantara diantaranya Anoa, Tapir, dan Harimau Sumatra. Anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) dan Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) hidup di Sulawesi namun sejak tahun 1960-an telah masuk dalam status terancam punah, dan jumlahnya diduga tinggal kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup. Macan Dahan (Neofelis nebulosa) di Museum Zoologi Bogor. Panjang tubuhnya bisa mencapai 95 cm, berkaki pendek dengan telapak kaki besar serta ekor panjang dengan garis dan bintik hitam.

Koleksi Burung atau ungas dikumpulkan dari wilayah Indonesia Timur dan Barat. Jumlah seluruhnya 1000 jenis, meliputi 30.762 contoh binatang. Burung Kasuari (Casuarius spp.) di Museum Zoologi Bogor, yang di Indonesia ada 3 jenis, yaitu Casuarius benetti, C. unapenndicularis, dan C. casuarius. Koleksi lainnya adalah beragam burung rawa. Kelompok burung itu sebenarnya bukan binatang langka, namun karena tempat hidupnya maka mereka jarang dilihat orang. Diantaranya adalah Belibis Kembang (Dendrocygna arcuata), Itik Kapas ( Nettapus coromandelianus), dan Pecuk-Ular Asia (Anhinga anhinga) yang berleher lekuk.

You May Also Like