Transportasi Kota Bogor

Transportasi Kota Bogor

Transportasi Kota Bogor

Transportasi di Kota Bogor terkenal macet dan tidak tertata, bahkan menjadi kota terburuk ke dua di Dunia. Walikota Bogor, Bima Arya mengatakan bahwa infrastruktur dan kultur merupakan hal yang menjadi penyebab permasalahan transportasi dan kemacetan di Kota Bogor.

Dosen Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno intensitas kemacetan yang kian menjadi ialah di wilayah lingkar Kebun Raya Bogor.

“yang berubah wajah transportasi seputaran Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor sementara itu di seberangnya, masih tetap sperti dulu, harusnya jika itu inisiatif dari Walikota harunya jangan dikerjakan setenga-setengah tapi satu paket dengan yang berada di sebrang itu,”

Berbeda halnya untuk permasalahan kultur Bima Arya mengaku merasa sedih melihat kondisi para pengendara kendaraan yang seakan tidak sayang dengan diri dan jiwanya, lebih miris lagi pengendaranya belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan, ditambah masih adanya warga atau sopir angkot yang menghentikan kendaraannya secara sembarang.

Pemkot Bogor sendiri akan melakukan Program penataan angkutan umum Kota Bogor akan dilakukan dalam beberapa tahap. Hingga sekarang, tahap yang sudah selesai dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kota Bogor adalah mendorong para pengelola angkutan kota (angkot) seluruhnya membentuk badan hukum.

Keharusan pengelola angkutan umum berbadan hukum, bukan merupakan kebijakan lokal melainkan merupakan kebijakan nasional.

Ketentuan itu merupakan amanat yang tertuang di dalam Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

Kedepannya di koridor ini pelayanan angkutan umum akan dilakukan dengan menggunakan bus. Penggantian dengan menggunakan bus akan dilakukan oleh para pengusaha angkutan kota yang sekarang sudah bergabung di dalam beberapa koperasi sebagai badan hukumnya.

Selain tahap-tahap sebagaimana dipaparkan tadi, menurut Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bogor, Jimy Hutapea, pelaksanaan program penataan angkutan umum di Kota Bogor juga memerlukan beberapa syarat yang perlu dipenuhi.

“Selain melakukan konversi sekaligus pengadaan bis, ruas-ruas jalan yang masuk ke dalam rute-rute pelayanan angkutan umum juga harus sudah tersedia,” jelasnya.

Semua jalan sudah harus terbangun dan dalam kondisi layak untuk dilalui kendaraan angkutan umum.

Begitu pula dengan penyediaan subsidi. Pelayanan angkutan publik perlu mendapatkan bantuan pemerintah dalam bentuk subsidi agar tetap mampu melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal.

You May Also Like