Wisata Bangunan Bersejarah Kota Bogor

Bangunan Bersejarah Kota Bogor Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia dengan begitu banyak keberagaman budaya, termasuk salah satunya peninggalan sejarah seperti bangunan. Bogor merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang juga memiliki keindahan serta bangunan bersejarah yang menjadi tempat wisata yang wajib untuk dikenali dan dan didatangi.

Bagi anda yang giat travelling penggiat sejarah, berikut ini beberapa bangunan bersejarah yang ada di kota Bogor yang bisa jadi referensi mengisi jadwal kunjungan anda.

1. Jembatan Merah – Roode Brug (red bridge)

Jembatan Merah diperkirakan ada sejak tahun 1881 silam. Bila melihat foto dokumentasi yang terdapat di sebuah kartu pos, secara fisik Jembatan Merah dari dulu hingga sekarang tidak mengalami perubahan berarti. Jembatan yang dinamakan Jembatan Merah atau dalam bahasa Belanda Roode Brug (red bridge) karena pada saat itu, warnanya sudah berwarna merah bata. Peristiwa bersejarah di atas Jembatan Merah yang pernah tercatat sejarah adalah, pertempuran sengit antara tentara BKR yang dipimpin oleh Kapten Muslihat dengan para pasukan Belanda.

2. Gereja Zebaoth dan Gereja Katedral

Dua gereja ini merupakan gereja yang menjadi tempat umat Kristiani beribada hingga sekarang. Gereja Katedral untuk Katolik, dan Gereja Zebaoth untuk Protestan. Gereja Katedral yang berlokasi di Jalan Kapten Muslihat, di pertigaan pangkal jalan sebelum Taman topi dan di samping bangunan SMP/SMA 1 Bogor dibangun 1896, dari pekarangan luas dan menjadi sentra kegiatan umat katolik di Bogor dan sekitarnya. Sedangkan Gereja Zebaoth yang juga populer disebut “gereja ayam” karena patung ayam di puncak menaranya ini dibangun tahun 1920 dan pada tahun 1948 dialihkan ke Sinode GPIB dari kepengurusan Belanda. Lokasi Gereja Zebaoth juga tak jau dari kompleks Istana dan Kebun Raya serta bangunan SMP SMA 1 yang juga cagar budaya peninggalan yang penting di kota bogor.

3. Binnenhof Hotel (Hotel Salak)

Nama Binnenhof Hotel, merupakan nama awal yang diberikan saat hotel ini didirikan pada tahun 1856 silam. Selanjutnya, hotel ini berganti-ganti nama, mulai dari nama Dibbets Hotel (1900), NV American Hotel (1913), kembali lagi bernama Dibbets Hotel (1922), Bellevue Dibbets Hotel (1932), sampai akhirnya hotel ini diberikan nama hotel Salak sejak tahun 1948 hingga sekarang. Pada masa era kolonial, hotel ini merupakan tempat singgah bagi orang-orang Eropa yang datang ke Bogor, baik untuk pelesiran maupun untuk urusan pekerjaan.

4. SMP dan SMA 1

Gedung sekolah SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Bogor ini adalah gedung MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) atau Sekolah Menengah Pertama sejak jaman Belanda. Sekolah ini kemudian dipugar dan ditambah beberapa gedung lain pada tahun 1946 dan 1950. MULO juga pernah menjadi saksi bisu perebutan kemerdekaan dimana gedung ini berhasil direbut oleh para pejuang gerilya untuk markas. Sekolah yang menampung SMP dan SMA ini terletak di pertigaan lampur merah antara jalan kapten muslihat dan jalan Juanda bogor. Di sekitar gedung ini terdapat beberapa cagar budaya menarik lainnya, termasuk Istana bogor, kebun raya, gedung kantor Pos, gereja Zebaoth dan katedral, dan seterusnya.

5. Museum Zoologi

Museum Zoologi Bogor berlokasi persis di samping Pintu Masuk Utama Kebun Raya Bogor. Museum ini didirikan tahun 1894 bernama Landbouw Zoologisch Laboratorium, digagas oleh J.C. Koningsberger, ahli botani jerman. Pada tahun 1906, museum ini berubah nama menjadi Zoologisc Museum and Wekplaats, dan empat tahun. Kemudian berganti lagi menjadi Zoologisch Museum en Laboratorium. Nah, pada masa kemerdekaan, museum ini diberi nama Museum Zoologicum Bogoriense. Dan pasca 1947 pemerintah mengganti nama menjadi bahasa Indonesia bernama Museum Zoologi Bogor.

Kamu tahu arti Zoologi? Yup, ilmu hewan. Sesuai namanya, koleksi fauna di museum ini sangat lengkap loh. Ada 24 ruangan yang berisi koleksi spesies fauna mulai mamalia, ikan, burung, reptil, moluska dan serangga-serangga.

6. Kapel Regina Pacis

Kapel atau tempat berdoa ini menjadi satu dengan biara dan didirikan tahun 1909. Saat ini, kapel ini berada di dalam kompleks SD Regina Pacis bogor dan sampai saat ini masih dipergunakan.

7. Lapas Paledang

Lapas ini berada persis di dekat jembatan penyeberangan menuju Stasiun KA Bogor. Di seberang pertigaan menuju ke jalan Paledang yang menanjak ke atas dan tembus ke Jalan Juanda. LP atau Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) ini adalah penjara yang sudah digunakan sejak masa kolonial, yaitu tahun 1906.

8. Istana Bogor

Istana Bogor adalah salah satu tempat bersejarah sekaligus icon kota Bogor. Istana Bogor yang merupakan tempat dinas bagi Presiden Indonesia ini, memiliki luas areal 28 Ha. Awal pembangunannya, didirikan pada tahun 1745 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Baron Gustaf Willem Van Imhof. Banyak kegiatan penting kenegaraan yang terjadi di istana ini. Mulai dari kegiatan berskala nasional, hingga internasional. Dan salah satu kegiatan internasional yang diadakan di Istana Bogor adalah APEC Summit Meeting yang diadakan pada tahun 1995 silam.

selain beberapa bangunan bersejarah yang disebutkan di atas, masih banyak bangunana dan lokasi lainnya yang memiliki history dan makna yang sangat penting untuk sejarah Indinesia khususnya kota Bogor.

Sejarah Istana Bogor

Istana Bogor adalah salah satu dari enam Istana Republik Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri karena adanya unsur historis, kebudayaan serta fauna yang ada disana. Salah satu yang menarik disana adalah adanya rusa – rusa yang didatangkan secara langusng dari Nepal dan masih terjaga hingga kini.

Adapun kini Istana Bogor masih digunakan oleh Presiden Joko Widodo sekaligu smenajdi temapt penerimaan tamu dari negara lainnya. Namun masyarakat umum sendiri diperbolehkan mengunjungi Istana ini secara rombongan, namun sebelumnya harus melakuakan ijin kepada Sekretaris Negara atau Kepala Rumah Tangga Kepresidenan. Dibalik menariknya Istana Bogor tedapat sejarah yang menarik di baliknya.

Rumah Dinas Bogor berada di kota Bogor yang pada era kolonial bernama Buitenzorg atau Sans Souci yang berarti “tanpa kekhawatiran”.
Istana Bogor pada 22 Agustus 1971.

Sejak tahun 1870 hingga 1942, Istana Bogor merupakan tempat kediaman resmi dari 38 Gubernur Jenderal Belanda dan satu orang Gubernur Jenderal Inggris.

Pada tahun 1744 Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff terkesima akan kedamaian sebuah kampung kecil di Bogor (Kampung Baru), sebuah wilayah bekas Kerajaan Pajajaran yang terletak di hulu Batavia. Van Imhoff mempunyai rencana membangun wilayah tersebut sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal.

Istana Bogor dibangun pada bulan Agustus 1744 dan berbentuk tingkat tiga, pada awalnya merupakan sebuah rumah peristirahatan, ia sendiri yang membuat sketsa dan membangunnya dari tahun 1745-1750, mencontoh arsitektur Blehheim Palace, kediaman Duke Malborough, dekat kota Oxford di Inggris. Berangsur angsur, seiring dengan waktu perubahan-perubahan kepada bangunan awal dilakukan selama masa Gubernur Jenderal Belanda maupun Inggris (Herman Willem Daendels dan Sir Stamford Raffles), bentuk bangunan Istana Bogor telah mengalami berbagai perubahan. sehingga yang tadinya merupakan rumah peristirahatan berubah menjadi bangunan istana paladian dengan luas halamannya mencapai 28,4 hektare dan luas bangunan 14.892 m².

Namun, musibah datang pada tanggal 10 Oktober 1834 gempa bumi mengguncang akibat meletusnya Gunung Salak sehingga istana tersebut rusak berat.
Bangunan induk dan sayap kiri dan kanan

Pada tahun 1850, Istana Bogor dibangun kembali, tetapi tidak bertingkat lagi karena disesuaikan dengan situasi daerah yang sering gempa itu. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Albertus Jacob Duijmayer van Twist (1851-1856) bangunan lama sisa gempa itu dirobohkan dan dibangun dengan mengambil arsitektur Eropa abad ke-19.

Pada tahun 1870, Istana Buitenzorg dijadikan tempat kediaman resmi dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Penghuni terakhir Istana Buitenzorg itu adalah Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborg Stachourwer yang terpaksa harus menyerahkan istana ini kepada Jenderal Imamura, pemeritah pendudukan Jepang.

Pada tahun 1950, setelah masa kemerdekaan, Istana Kepresidenan Bogor mulai dipakai oleh pemerintah Indonesia, dan resmi menjadi salah satu dari Istana Presiden Indonesia.

Pada tahun 1968 Istana Bogor telah resmi dibuka untuk kunjungan umum atas restu dari Presiden Soeharto. Arus pengunjung dari luar dan dalam negeri setahunnya mencapai sekitar 10 ribu orang.

Pada 15 November 1994, Rumah Dinas Bogor menjadi tempat pertemuan tahunan menteri ekonomi APEC (Asia-Pasific Economy Cooperation), dan di sana diterbitkanlah Deklarasi Bogor.[1] Deklarasi ini merupakan komitmen 18 negara anggota APEC untuk mengadakan perdangangan bebas dan investasi sebelum tahun 2020.

Pada 16 Agustus 2002, pada masa pemerintahan Presiden Megawati, diadakan acara “Semarak Kemerdekaan” untuk memperingati HUT RI yang ke-57, dan dimeriahkan dengan tampilnya Twilite Orchestra dengan konduktor Addie MS

Pada 9 Juli 2005 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melangsungkan pernikahan anaknya, Agus Yudhoyono dengan Anisa Pohan di Istana Bogor

Pada 20 November 2006 Presiden Amerika Serikat George W. Bush melangsungkan kunjungan kenegaraan ke Rumah Dinas Kepresidenan dan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kunjungan singkat ini berlangsung selama enam jam lamanya.

Baca juga Stasiun Kereta Api Bogor

Permainan Bakiak Batok – Bogor memang merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang juga memapu menarik perhatian banyak wisatawan lokal maupun luar negri. Bogor sendiri juga memiliki keindahan alam yang siap menjamu wisatwan yang berkunjung kesana. Bogor juga memiliki banyak pilihan kuliner di Bogor yang yang tak akan lepas jika para wisatawan berkunjung kesana.

Walau demikian anda mungkin belum mengerti apa saja permaianan tradisional yang ada di Bogor. Bogor yang banyak dihuni oleh masyarakat suku Sunda yang memang berpusat di Jawa Barat tentunya permainan tradisional yang dimilikinya juga tak jauh dari permainan tradisional masyarakat Sunda.

Permainan tradisional mungkin belakangan ioni sudah jarang dilakukan bahkan diketahui karena banyaknya teknologi canggih yang dapat mengisi kesenangan anak – anak jaman sekarang. Maka dari itu, supaya permainan tradisional ini tak punah atau dilupakan alangkah setidaknya kita mengenalinya.

Salah satu permaina khas Sunda Bogor adalah Bakiak Batok.

Jika di jawa dikenal dengan nama jejangkungan, masyarakat sunda bogor menyebutnya dengan nama bakiak batok. Selain bedil jepret dan susumpitan, bakiak batok juga merupakan permainan tradisional yang lahir dari budaya masyarakat Sunda Bogor yang agraris. Permainan tradisional ini menggunakan alat peraga berupa batok kering yang sudah dibelah dua.

Pembuatan alat peraga bakiak batok tidak sulit, mulanya batok kelapa yang sudah tua dibelah menjadi dua bagian. Di setiap bagian diberi lubang tepat di bagian tengahnya untuk kemudian dikaitkan pada seutas tali dan dihubungkan pada batok yang lain. Tali yang digunakan adalah tali yang mempunyai sifat lentur sehingga memudahkan saat digunakan.

Untuk memainkan bakiak batok ini pun tak sulit. Alat peraga permainan yang ada akan dikenakan layaknya sandal jepit. Kemudian kedua tangan memegang tali yang akan digerakan sembari melangkah. Walau nampak sederhana, sesungguhnya permainan ini memerlukan keselarasan gerak kaki dan tangan. Tak lupa juga permainan ini membutuhkan keseimbangan tubuh agar dapar menggerakan bakiak batok dengan sempurna.

Bakiak batok merupakan salah satu permainan tradisional yang makin jarang ditemukan. Meski demikian, Kampung Budaya Sindang Barang Bogor sebagai salah satu komunitas yang peduli terhadap tradisi Sunda Bogor selalu mengadakan lomba bakiak batok dalam setiap perayaan Seren Taun. Hal tersebut merupakan salah satu usaha yang dilakukan dalam rangka untuk melestarikan permainan tradisional agar mampu bertahan di tengah gerak laju perubahan zaman yang semakin cepat.

Daftar Masjid di Kota Bogor Barat

Masjid di Kota Bogor – Masjid yang merupakan tempat ibadah bagi umat Islam mungkin banyak di temui. Bangunan yang khas dengan simbol bulan sabit dan bintang di atapnya ini mungkin dapat kita temui di banyak sisi kota manapun, tak terkecuali di Kota Bogor.

Baca juga Bangunan Bersejarah Kota Bogor

Masjid yang digunakan untuk sholat atau ibadah umat mulim juga bisanya digunakan untuk seseorang maupun sekeluarga sebagai tempat persinggahan smentara untuk istirahat ketika melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan pribadi. Masjid juga ssebagai alternatif persinggahan karena fasilitasnya yang tergolong mencukupi seperti toilet, tempat parkir, dll.

Jika anda yang sedang melakukan perjalanan jauh ataupun mudik yang melalui kota Bogor mungkin dapat beristirahat sejenak di Masjid maupun beribadah. Berikut beberapa daftar masjid yang terdapat di daerah Bogor.

No Nama Masjid / Musholla Tahun Berdiri Alamat Kabupaten/Kota Kecamatan Provinsi Jenis Status Tanah
1 Masjid Maidah 2001 Semplak 04/06, Kel Semplak KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID BESAR Wakaf
2 Masjid Al-Muawanah 1970 Cibalagung, Kelurahan Pasir Jaya KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID BESAR Wakaf
3 Masjid Al-Barokah 1980 Kp Semplak Rt. 01/12, Kel Bubulak KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID JAMI Wakaf
4 Masjid An-Nur 1985 Kp Gg Walet Rt. 02/04, Kel Bubulak KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID JAMI Wakaf
5 Masjid An-Nur 1982 BTN (PSK) Rt. 02/04, Kel Bubulak KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID JAMI Wakaf
6 Masjid An-Nur 1962 Kp Bubulak Rt. 03/08, Kel Bubulak KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID JAMI Wakaf
7 Masjid NurSussa’adah 1977 Kp Batu Hulung Rt. )2/06, Kel Bubulak KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID JAMI Wakaf
8 Masjid Baitul Yaqin 1974 Kp Tangkal Rt. 02/05, Kel Bubulak KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID JAMI Wakaf
9 Masjid Nurul Anwar 1980 Kp Babakan Rt. 02/09, Kel Bubulak KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID JAMI Wakaf
10 Masjid Al-Barokah 1982 Kp Pilar Rt. 02/01, Kel Bubulak KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID JAMI Wakaf
11 Masjid Darussalam 1972 Kp Pilar 2 Rt. 02/02, Kel Bubulak KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID JAMI Wakaf
12 Masjid Al-Ikhlas 1969 Kp Semplak 02/02, Kel Bubulak KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID JAMI Wakaf
13 Masjid Al-Hidayah 1972 Batu Hulung 01/01, Kel Balumbang Jaya KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID JAMI Wakaf
14 Masjid Al-Ikhlas 1980 Cilubang 03/04 Kel Balumbang Jaya KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID JAMI Wakaf
15 Masjid Al-Hikmah 1994 Komp Masjid Al-Hikmah Rw 10, Kel Semplak KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID JAMI Wakaf
16 Masjid Baitul Anwar 2002 Semplak Pilar 02/01, Kel Semplak KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID JAMI Wakaf
17 Masjid Al-Amin 1996 Semplak Pilar Rw 03, Kel Semplak KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID JAMI Wakaf
18 Masjid An-Nasrain 1977 Semplak Seremped 02/05 KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID JAMI Wakaf
19 Masjid At-Taqwa 1980 Jl Raya Semplak 01/02, Kel Semplak KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID JAMI Wakaf
20 Masjid Al-Hidayah 1992 Jl Raya Nurul Ulum, Kel Semplak KOTA BOGOR Bogor Barat JAWA BARAT MASJID JAMI Wakaf

Museum Zoologi Bogor

Museum Zoologi Bogor

Museum Zoologi Bogor merupakan sebuah museum yang berada di Kota Bogor yang khusus menampilkan atau memamerkan koleksi yang berkaitan dengan dunia satwa seperti berbagai spesimen yang diawetkan maupun fosil hewan.

Museum ini dibagi menjadi 2 lokasi berbeda satu museum dibuka setiap hari untuk umum yang berisi ruang pameran terletak di Jalan Ir. H. Juanda No. 9 Bogor, museum yang satu lagi berfungsi sebagai tempat koleksi dan hanya dibuka untuk umum setahun sekali pada bulan Oktober, berada di Pusat Ilmu Pengetahuan Cibinong tepatnya di Jalan Raya Jakarta – Bogor Km. 46 Cibinong, Bogor.

Museum yang dahulunya bernama Landbouw Zoologisch Laboratorium didirikan pada tahun 1894 melalui gagasan J. C. Koningsberger ahli botani berkebangsaan Belanda. Pada tahun 1906 namanya berubah menjadi Zoologisch Museum and Wekplaats, tahun 1910 kemudian berubah lagi menjadi Zoologisch Museum en Laboratorium. Antara tahun 1945-1947 tempat ini dikenal dengan nama Museum Zoologicum Bogoriense, dan akhirnya sampai sekarang menjadi Museum Zoologi Bogor.

Beberapa koleksi yang dimiliki oleh Museum Zoologi antara lain Kerangka asli ikan paus biru raksasa (Balaenoptera musculus) yang merupakan koleksi terbesar di Museum Zoologi Bogor. Ikan ini ditemukan terdampar mati di Pantai Pamengpeuk, Priangan Selatan, pada Desember 1916. Panjangnya 27,25 m dengan berat 119.000 kg. Kerangka saja beratnya sudah mencapai 64.000 kg.

Lalu terdapat pula koleksi hewan melata antara lain Ular Tikus (Elaphae radiata) yang panjangnya bisa mencapai 2 meter, Ular Gadung (Trimeresurus albolabris) yang bisanya meracuni syaraf, dan Ular Cabe (Maticora intestinalis).

Kemudian koleksi mamalia yang hidup di kawasan nusantara diantaranya Anoa, Tapir, dan Harimau Sumatra. Anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) dan Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) hidup di Sulawesi namun sejak tahun 1960-an telah masuk dalam status terancam punah, dan jumlahnya diduga tinggal kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup. Macan Dahan (Neofelis nebulosa) di Museum Zoologi Bogor. Panjang tubuhnya bisa mencapai 95 cm, berkaki pendek dengan telapak kaki besar serta ekor panjang dengan garis dan bintik hitam.

Koleksi Burung atau ungas dikumpulkan dari wilayah Indonesia Timur dan Barat. Jumlah seluruhnya 1000 jenis, meliputi 30.762 contoh binatang. Burung Kasuari (Casuarius spp.) di Museum Zoologi Bogor, yang di Indonesia ada 3 jenis, yaitu Casuarius benetti, C. unapenndicularis, dan C. casuarius. Koleksi lainnya adalah beragam burung rawa. Kelompok burung itu sebenarnya bukan binatang langka, namun karena tempat hidupnya maka mereka jarang dilihat orang. Diantaranya adalah Belibis Kembang (Dendrocygna arcuata), Itik Kapas ( Nettapus coromandelianus), dan Pecuk-Ular Asia (Anhinga anhinga) yang berleher lekuk.